Oleh Aan Dmahesa Misto
kopi pahit
bagai embun di pagi sabit
bukan makmur walau buncit
tapi hanyalah wayang kulit
sandal jepit
mulut komat kamit
seolah membaca bait
merakit sebuah rakit
berakit di bawah kaki langit
sandal jepit
bukanlah kaum yang hanya menjerit
meski kehidupan terus menghimpit
Aku hanyalah semak belukar yang tumbuh liar disekitar tiang bendera,tapi biarkan aku tetap hormat pada benderaku sampai aku pulas diliangku
Pengikut
Mengenai Saya
01.17
Label: Galery Puisi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar