20.25

ORANGKAH AKU...?

Oleh Aan Dmahesa Misto 


lentera-lentera
berjajar bagai pula-pulau
dari sabang sampai merauke

jasad-jasad mulia
yang terpendam dibawah lentera
seakan terkutuk...
telah rela meneteskan darahnya

hanya setengah tiang kibaran bendera
mewakili hembusan nafas terlupakan
seolah-olah itu hanyalah nafas-nafasan
yang mereka relakan untuk merdeka-merdekaan,
ataukah mungkin aku hidup di sebuah negara-negaraan
dimana semua pejabat pemerintahnya adalah orang-orangan

orang-orangankah aku?

2 komentar:

b l a n k mengatakan...

keren euy...

HAMBA mengatakan...

terima kasih untuk apresiasinya LovePoem...
salam aan,semoga kabar baik menyertai
salam hangat dalam karya...

Posting Komentar