oleh Aan Dmahesa Misto
langkah-langkah kecil berirama
dengan setitik pelita
menari diatas mega
tersembunyi di kolong-kolong dan rindangnya belantara
jari-jari mungil yang belajar menyulam
terasing di gubuk lelah penuh harapan
detak-detak retak di detik itu,..
istana-istana dipugar
direnovasi hanya karena warna cat yang memudar
yang belajar semakin terkucilkan
terlindas megahnya keindahan metropiltan
mereka,..
mengajukan tuntuntan kelayakan pribadi
diberikan fasilitas yang melebihi
yang belajar dijadikan anak tiri
digagahi oleh kepentingan para pemuas diri
kau,..
hanya tersenyum diam
saat detak-detak retak di detik itu




0 komentar:
Posting Komentar