Oleh Aan Dmahesa Misto
terselip sebilah pedang di ranum bibirmu
terhunus,menjadi tangkai bunga senyummu
bunga senyum yang hentikan detak nadiku
terselip sebilah pedang di jenjang lehermu
terhunus,menjadi tangkai bunga rindumu
bunga rindu yang bangkitkan jantanku
tetaplah kau dibalik purnama dengan pedangmu
aku pasti kan datang menculikmu!
Aku hanyalah semak belukar yang tumbuh liar disekitar tiang bendera,tapi biarkan aku tetap hormat pada benderaku sampai aku pulas diliangku
Pengikut
Mengenai Saya
06.45
Label: Galery Puisi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




2 komentar:
Salam sahabat...di kebersahajaan sosok saya merasakan, menikmati kepedulian , keindahan kalimat...di sekian karyamu...sungguh berbangga hati bisa mengenalmu sahabat.....Terimakasih,Salam jabat eratku selalu.
imaainehilman..
terima kasih abah Iman...
untuk apresiasi dan dukungan serta do'a abah Iman,sungguh berarti bagi aan
salam hormat aan,semoga kabar baik senantiasa menyertai abah Iman dan keluarga
jabat eratku selalu
Posting Komentar